Ayo Masuk UI

FT Departemen Teknik Metalurgi dan Material

03/02/2011, by admin

Dengan meningkatnya perkembangan teknologi pada industri yang berbasis material, perlu adanya perbaikan kurikulum pendidikan teknik metalurgi dan material. Perbaikan ini mengacu kepada fakta bahwa aplikasi material tidak lagi didominasi oleh logam saja. Material lain seperti keramik, polimer dan komposit dewasa ini telah menjadi material alternatif dan diperkirakan akan berkembang pada Industri material masa depan. Oleh karena itu Departemen Metalurgi di Fakultas Teknik – Universitas Indonesia, mengembangkan kurikulum Program Studi Teknik Metalurgi ke bidang teknik material. Hal ini dimaksudkan untuk menghasilkan sarjana teknik metalurgi dan material yang memiliki kemampuan untuk mengembangkan teknologi proses metalurgi dan material yang dibutuhkan oleh industri manufaktur. Dengan pendidikan teknik metalurgi dan material ini memungkinkan para mahasiswa untuk mengembangkan dirinya dalam tiga konsentrasi yaitu: Teknik Metalurgi, Teknik Keramik, dan Teknik Polimer.

Pengembangan ini dituangkan dalam perbaikan kurikulum pendidikan yang dalam memenuhi muatan ketiga konsentrasi tersebut mengacu pada ABET 2000 ( Accreditation Board for Engineering Technology). Penerapan kurikulum ini akan dilakukan secara bertahap, dan pada saat ini , sesuai dengan sumber daya manusia yang ada, Departemen Metalurgi dan Material baru menjalankan konsentrasi Teknik Metalurgi dan Polimer, sedangkan Konsentrasi Keramik akan dilaksanakana sejalan dengan perkembangan Sumber Daya Manusia di departemen ini, sehingga diharapkan ketiga konsentrasi ini akan berjalan sepenuhnya diakhir evaluasi kurikulum 2004 ini.

Sejarah

Departemen Metalurgi dan Material (d/h Jususan Metalurgi) – Universitas Indonesia didirikan pada tahun 1965 sebagai salah satu program studi di Fakultas Teknik Universitas Indonesia. Universitas Indonesia adalah satu-satunya perguruan tinggi yang menawarkan program studi ini sampai sekarang. Ketua Departemen pertama kali adalah Dr. Ing. Poernomosidhi Hadjisaroso Kegiatan akademik pertama kali hanya diikuti oleh 25 mahasiswa. Pada tahun 1969 karena terbatasnya tenaga pengajar dibidang metalurgi dan juga kurangnya fasilitas laboratorium, Departemen metalurgi untuk sementara tidak menerima mahasiswa baru . Pada tahun 1975, Fakultas Teknik kembali membuka program studi Teknik Metalurgi dengan menerima kurang lebih 40 mahasiswa baru, dan pada tahun itu pula Departemen ini menghasilkan 7 orang Sarjana, sedangkan sisanya sebanyak 7 orang, menyelesaikan studinya di Jurusan Tambang –ITB. Sampai saat ini Departemen Teknik Metalurgi dan Material menerima mahasiswa baru sampai 100 mahasiswa baru per-tahunnya. Lulusan sarjana teknik metalurgi dan material dapat bekerja di sektor swasta seperti industri otomotif, industri minyak dan gas dan industri logam, serta di sektor pemerintahan seperti Departemen Perindustrian dan Pertambangan, BPPT, BATAN, dan LIPI.

Visi dan Misi

Memasuki era globalisasi, setiap institusi termasuk Departemen Metalurgi dan Material harus meningkatkan kualitas secara keseluruhan. Pengetahuan dan kemampuan profesional dan lainnya diperlukan untuk menghadapi tantangan dari luar. Sejalan dengan misi Univesitas Indonesia untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dengan mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi, sosial dan budaya menuju masyarakat yang beriman, cerdas, inovatif, kompeten, stabil, mandiri dan bertanggung jawab.

Visi Departemen Metalurgi dan Material adalah sebagai pusat unggulan kegiatan pendidikan dan penelitian di bidang teknik metalurgi dan material.

Misi Departemen Metalurgi dan Material adalah menghasilkan lulusan berkualitas tinggi dengan dasar akademik yang kuat, berkemampuan komprehensif dalam teknologi proses dan enjiniring material serta mampu berperan aktif dan dinamis dalam komunitas nasional, regional maupun internasional.

Prospek Kerja Lulusan Teknik Metalurgi dan Material

  • Bidang Industri Pertambangan (PT. Freeport Indonesia, PT. Aneka Tambang, PT. Timah, PT. Newmont Nusa Tenggara, industri semen, pengolahan mineral bahan keramik dan bahan refraktori)
  • Bidang Industri Ekstraksi Dan Peleburan Logam (PT. INCO, PT. Aneka Tambang, PT. Timah, PT. Inalum, PT. Krakatau Steel, industri pengolah emas-perak, dll)
  • Bidang Industri Manufaktur (industri pengecoran logam, industri otomotif, pesawat terbang, kereta api, perkapalan, industri pembuatan mesin dan komponen)
  • Bidang Industri Perminyakan Dan Gas (pada bidang ini, lulusan Teknik Metalurgi dan Material dapat menduduki posisi sebagai corrosion engineers, pipeline risk & assessment, dan metallurgical failure analyst)
  • Bidang Lembaga Penelitian, Akademisi, dan Pemerintahan
  • Dan Bidang Lain (Mikroelektronik, konsultan, Bidang Kesehatan, dan Bidang Pembangkit Energi Listrik)

Testimoni Lulusan Teknik Metalurgi dan Material

Berikut beberapa testimoni lulusan Teknik Metalurgi dan Material.

“Jurusan metalurgi membantu saya untuk memahami karakteristik material yang lebih baik. Hal ini memberikan keuntungan yang sangat berharga karena lingkup kerja saya melibatkan kualitas, produktivitas, dan efisiensi material. Di dunia profesional, baik soft skill dan berpikir logis adalah suatu keharusan, tapi dasar metalurgi memberi saya sudut pandang tertentu yang tidak dimiliki oleh jurusan lain”

Andika Pria Hutama, lulus tahun 2005, sekarang bekerja di PT. Astra Honda Motor; Die Casting Section Head

“Baja masih menjadi material yang paling banyak digunakan dalam industri migas. Kondisi ini membuat keuntungan bagi para lulusan Metalurgi dan Material untuk terlibat di dalamnya. Sebagai salah satu lulusan yang bekerja di industri migas, pengetahuan metalurgi dan material yang diberikan dalam DTMM FTUI menjadi inti untuk mendukung peran saya di lapangan dan kantor”

Erika Lirachandra, lulus tahun 2006, sekarang bekerja di ExxonMobil Oil Indonesia; Corrosion Engineer

“Untuk pemula seperti saya, bekerja di salah satu perusahaan polimer resin terbesar di Indonesia,. Benar-benar menjadi sebuah tantangan. Tetapi dengan pemahaman mengenai bahan polimer termasuk sifat, perilaku, pemrosesan, dan juga cara berpikir, saya dapat percaya diri dalam pemecahan masalah, penyesuaian pengaturan proses dan pengembangan produk baru dengan pelanggan.”

Pandu Lanang Kinasih, lulus tahun 2007, sekarang bekerja di PT. Tri Polyta Indonesia Tbk: Tech. Service