Ayo Masuk UI

DEPOK

09/01/2011, by admin

Yuk, hitung-hitungan biaya hidup di Depok. ;)

Tinggal di Depok sangat beragam biayanya. Di sini banyak kos dengan biaya mulai dari Rp 175.000/bulan (2 orang, jadi cari partner, ya), Rp 250.000/bulan-Rp 400.000/bulan untuk kos atau kontrakan kecil sederhana, Rp 400.000/bulan-Rp 3.000.000/bulan untuk kosan atau kontrakan yang agak mewah, sampai jutaan untuk apartemen individu di seberang UI persis.

Biaya makan pun sangat beragam. Yang pasti, dengan Rp 3.000 kita sudah bisa makan nasi dengan lauk atau bahkan juga ditambah sayur, kok. Standardnya, sih, kita menghabiskan biaya makan antara Rp 5.000 sampai Rp 15.000 untuk sekali makan. Mahasiswa kos di sini seringkali kreatif membawa rice cooker sendiri untuk menanak nasi sehingga cukup membeli lauk pauk yang biasanya cukup seharga Rp 2.000-Rp 5.000.

Tak perlu khawatir dengan transportasi kuliah sehari-hari, karena di dalam UI ada bikun dan sepeda kuning yang gratis. Tinggal kos saja di lokasi terdekat dengan fakultas kamu.

Berikut ada testimoni dari mahasiswa UI Depok dalam kehidupan sehari-harinya, semoga bisa memberikan gambaran lebih riil.

***

Hidup di Depok, Semahal Itu Kah?

Kuliah di UI, menyenangkan, membanggakan, seru, semua tentu sudah terdengar menggiurkan bagi teman-teman semua. Tapi bagaimanapun juga realitas berbicara, kita butuh modal untuk tinggal di kota besar ini! Memiliki orang tua yang berkecukupan sehingga mampu membiayai kehidupan kita tentu akan sangat membantu. Tapi itupun tidak menjadi masalah bagi teman-teman yang orang tuanya tidak mampu membiayai karena kalau gak dikasih, ya dicari sendiri. :) Butuh berapa? Nah ini pun tergantung dari konsep hidup yang ingin teman-teman terapkan. Saya akan memberikan contoh biaya kehidupan saya yang juga notabene anak daerah juga.

Kepentingan primer yang tentu harus kita utamakan adalah makan dan tempat tinggal. Untuk tempat tinggal sekarang saya tinggal mengontrak bersama teman-teman saya, karena mengontrak jadinya kalau dihitung-hitung sekitar Rp 200.000 per bulan. Makan hitung aja makan dua atau tiga kali sehari dengan budget Rp 5.000- Rp 7.000, total sekitar Rp 500.000-600.000. Karena tempat kontrakan dekat jadi tidak butuh transport karena setelah masuk kampus sudah bisa mengandalkan bus kuning atau sepeda kuning. Pulsa satu bulan paling Rp 20.000. Lain-lain yah anggap saja Rp 50.000. Jadi, rincian biaya perbulannya adalah seperti ini :

Makan Rp 500.000
Tempat Tinggal Rp 200.000
Pulsa Rp  20.000
Lain-lain Rp  50.000
Total Rp 770.000

Yah, memang tidak bisa dibilang murah juga. Tapi alhamdulillah untuk memperoleh uang segitu di Jakarta tidak terlalu sulit menurut saya. Saya mendapatkan beasiswa Rp 450.000 sebulan plus jadi asisten dosen, asisten riset, plus sedikit ngajar, bahkan pendapat bisa lebih dari 1 juta per bulan. Dulu pas di tahun awal-awal saya hanya mengandalkan hidup dengan ngajar dan uang bulanan saya dari ngajar saja sudah lebih dari 1 juta, belum ditambah uang beasiswa. Jadi sangat meng-cover pengeluaran yang sebenarnya versi boros sekali. Kalau misalnya tinggal di asrama atau tinggal bareng-bareng bisa nyampe Rp 160.000, makan kalau mau masak nasi sendiri bisa menghemat hingga Rp 200.000-Rp 300.000, sehingga total biaya sebulan cuma sekitar 400-500ribu saja. Mungkin untuk teman-teman cewek bisa lebih ngirit lagi. :)

Hitungan ini tentu bukan hitungan mengada-ada namun sekali lagi dengan catatan konsep ini berlaku untuk orang-orang yang mau hidup sederhana dan sedikit ‘berjuang’. :) Mendapatkan beasiswa juga sekali lagi bukan hal yang sangat ‘dewa’. Tinggal aktif saja mencari informasi dan melakukan aplikasi sesuai persyaratan yang ditentukan, semua insyaaAllah akan berjalan dengan baik.

Masih merasa khawatir juga? MasyaaAllah..gak yakin kalau Allah itu sudah nyimpen semua rezeki buat kita? Tinggal kita menjemputnya saja!

“Kami yakin, bahwa tabir yang memisahkan antara kami dan keberhasilan adalah KEPUTUSASAAN. Jika harapan itu kuat, maka dengan izin Allah kami akan memperoleh banyak kebaikan” (Hasan al-Banna)

Jadi, apakah biaya-biaya itu akan menghalangiku? Haha, engkau bercanda kawan ! :)

Big Zaman

Fasilkom 2007