Ayo Masuk UI

ASRAMA WISMA RINI

09/01/2011, by admin

Universitas Indonesia Kampus Salemba dan Kehidupan Mahasiswanya

Universitas Indonesia (UI) merupakan universitas terbaik di Indonesia, bahkan menempati urutan ke-6 di Asia Tenggara, peringkat ke-40 di Asia, dan posisi ke-326 di dunia berdasarkan survei yang diadakan oleh QS World University Ranking tahun 2010. Hal tersebut tentu tidak terlepas dari segala fasilitas dan sistem pendidikan UI yang diberikan kepada seluruh mahasiswanya. Fasilitas yang paling berpengaruh terhadap kemajuan UI dalam beberapa dekade belakangan ini adalah keberadaan kampus dan perencanaan kampus terintegrasi. Saat ini UI memiliki dua kampus yang terpisah cukup jauh antara satu dengan yang lainnya. Kampus pusat terletak di perbatasan Jakarta dan Depok, sedangkan kampus lama terletak di Jalan Salemba 4 dan 6 Jakarta Pusat. Kampus Salemba saat ini, difungsikan untuk kegiatan akademik Pascasarjana, Fakultas Kedokteran (FK), serta Fakultas Kedokteran Gigi (FKG). Selain itu, khusus untuk FK dan Vokasi Kedokteran memiliki kampus tambahan di jalan Pegangsaan Timur, tepat di depan stasiun Cikini. Kampus kecil ini terdiri dari Departemen Mikrobiologi, Ilmu Kedokteran Komunitas, dan Program studi Vokasi Kedokteran (Perumahsakitan serta Fisioterapi). Perencanaan kampus terintegrasi di Depok menyebabkan kampus Salemba menjadi kurang diperhatikan oleh para Calon Mahasiswa Baru (CaMaBa) yang akan mengenyam pendidikan di UI. Untuk menambah pengetahuan kalian para CaMaBa UI tentang kampus yang menjadi awal perjuangan pejuang-pejuang UI terdahulu ini, pada bagian selanjutnya kita akan membahas mengenai tata ruang dan kehidupan mahasiswa yang menjalani pendidikan di kampus UI Salemba.

Bangunan kampus UI Salemba sudah selesai didirikan sejak tahun 1920 oleh pemerintah Hindia Belanda. Pada saat itu, gedung ini merupakan fasilitas terbaru perkembangan dari Sekolah Kedokteran Pribumi School tot Opleiding van Indische Artsen yang disingkat STOVIA. Setelah beberapa kali mengalami pergantian nama akibat resim pemerintahan kolonial serta penjajahan Jepang, akhirnya pada awal tahun 1950 UI secara resmi didirikan. Ketika baru berdiri, kegiatan akademik UI diselenggarakan secara terpisah di berbagai daerah di tanah air hingga pada akhirnya tahun 1960-an Kampus Salemba 4 dan 6 menjadi pusat kegiatan perkuliahan UI. Dengan adanya rencana kampus yang terintegrasi pada tahun 1987, hanya FK, FKG, dan sebagian Pascasarjana yang tidak dipindahkan ke Depok.

Saat ini Kampus Salemba dibagi menjadi dua bagian yaitu Salemba 4 dan Salemba 6. Kampus Salemba 4 terdiri dari FKG beserta Rumah Sakit Gigi dan Mulut FKG UI (RSGM FKG UI), Lembaga Bahasa Internasional (LBI UI), Gedung Program Pascasarjana, Gedung IASTH UI, Mesjid ARH UI, Departemen Kimia dan Parasitologi FKUI, Lembaga Manajemen FEUI, Gedung UI Press, dan Gedung Program Magister Fakultas Tehnik, Psikologi, Ilmu Keperawatan, serta Hukum. Untuk jenjang S1, kampus Salemba 4 saat ini hanya digunakan oleh mahasiswa vokasi Kedokteran, FKG, dan FK baik kelas reguler maupun kelas Internasional. Mahasiswa vokasi Kedokteran biasanya menggunakan ruang kuliah Departemen Kimia FKUI sebagai pusat kegiatan perkuliahan di siang hari sedangkan mahasiswa FKUI reguler tingkat I menggunakan ruang kuliah tersebut pada pagi hari. Mahasiswa FKUI reguler tingkat II dan III biasanya menggunakan ruang kuliah dan laboratorium Departemen Parasitologi FKUI untuk kegiatan perkuliahan dan praktikum. Berbeda dengan mahasiswa FKUI reguler, mahasiswa FKUI kelas Internasional melakukan hampir semua kegiatan akademik di Gedung IASTH lantai 5 dan 7. Selanjutnya ialah mahasiswa FKG UI, para calon dokter gigi tersebut menjalani seluruh kegiatan perkuliahan di gedung FKG yang menyatu dengan RSGM FKG UI.

Setelah membahas Kampus Salemba 4, kini saatnya kita mengunjungi Kampus Salemba 6. Kampus yang bersebelahan dengan Rumah Sakit Umum Pusat Cipto Mangunkusumo (RSUPCM) ini sebagian besar digunakan oleh mahasiswa FK dan sebagian lagi digunakan oleh mahasiswa vokasi Kedokteran. Kampus Salemba 6 terdiri dari Gedung Putih, Makmal ILUNI, Gedung Anatomi, Gedung Skill Lab dan Gedung Kemahasiswaan. Di Gedung Putih terdapat 8 Departemen Ilmu Kedokteran, Aula FKUI, Dekanat, Pusat Administrasi FK dan Vokasi Kedokteran, Perpustakaan, serta Ruang Senat Akademik Fakultas. Gedung Putih ini merupakan gedung tertua di UI karena sudah didirikan sejak tahun 1920 dan hingga kini bentuknya sama seperti saat dibangun pertama kali. Di belakang Gedung Putih terdapat Makmal Iluni, gedung ini sejenis kantor tempat administrasi Ikatan Alumni UI. Selanjutnya Gedung Anatomi, seperti namanya gedung ini terdiri dari segala sesuatu yang berkaitan dengan anatomi diantaranya, Ruang Kuliah Anatomi, Museum Anatomi, Ruang Diskusi, Ruang Staff Departemen Anatomi, dan Bangsal Potong. Terakhir ialah Skill Lab FKUI dan gedung Kemahasiswaan. Kita awali dengan Gedung Skill Lab FKUI, gedung ini memiliki tiga lantai di mana lantai 1 digunakan sebagai Animal House (Ruangan tempat hewan coba), lantai 2 berupa Skill Lab 1 FKUI, dan lantai paling atas difungsikan sebagai Labkom (Laboratorium Komputer). Di sebelah gedung Skill Lab terdapat gedung Kemahasiswaan yang juga terdiri dari tiga lantai. Gedung ini dapat dikatakan sebagai pusat kegiatan kemahasiswaan FKUI karena hampir seluruh ruangan di gedung ini digunakan sebagai sekretariat organisasi kemahasiswaan yang terdapat di FKUI.

Selain Kampus Salemba 4 dan 6, kita juga akan sedikit membahas tentang Kampus Pegangsaan Timur (PGT). Seperti yang telah disebutkan di atas Kampus PGT sebagian besar digunakan oleh mahasiswa Vokasi Kedokteran dan mahasiswa FKUI. Mahasiswa Vokasi Kedokteran biasanya menggunakan Gedung Mochtar dan Gedung Tengah untuk kegiatan perkuliahan sedangkan mahasiswa FKUI hanya melakukan praktikum serta beberapa kegiatan akademik di Departemen Ilmu Kedokteran Komunitas dan Mikrobiologi. Meskipun semua gedung di Kampus PGT terlihat tua namun fasilitas yang terdapat di dalamnya cukup lengkap. Salah satu contoh fasilitas yang masih diandalkan ialah Laboratorium Mikrobiologi. Laboratorium ini masih menjadi pilihan utama saat mahasiswa FKUI melakukan praktikum Mikrobiologi maupun penelitian untuk riset yang berkaitan dengan mikroorganisme.

Sebagian besar informasi tentang Kampus Salemba telah dijelaskan, namun bagi CaMaBa pasti timbul pertanyaan tentang bagaimana kehidupan mahasiswa yang menuntut ilmu di Kampus Salemba. Oleh karena itu, pada bagian ini kita akan membahas tentang kehidupan mahasiswa Kampus Salemba. Kebutuhan pokok bagi mahasiswa apalagi yang berasal dari daerah ialah pangan (makanan), sandang (pakaian), dan papan (tempat tinggal). Di Kampus Salemba, sangat mudah untuk memenuhi kebutuhan pokok pertama, yaitu pangan. Berbagai restoran dan warteg tersebar merata di sekitar Kampus Salemba. Variasi harga pun dapat disesuaikan dengan kemampuan mahasiswa jadi tidak perlu khawatir untuk memenuhi kebutuhan pokok yang pertama ini. Setelah itu kita beranjak ke kebutuhan pokok yang kedua. Untuk memenuhi kebutuhan pakaian bagi mahasiswa juga terbilang cukup mudah. Jika ingin pakaian dengan harga yang murah, pasar Paseban atau pasar Senen dapat menjadi solusi yang terbaik. Namun, apabila mahasiswa masih memiliki sisa uang jajan yang berlebih beberapa Mall seperti Plaza Atrium, dan Mall Kelapa Gading bisa jadi pilihan. Terakhir ialah memenuhi kebutuhan pokok yang ketiga. Ada berbagai pilihan untuk mencari tempat tinggal bagi mahasisiwa di Salemba, seperti Apartemen, Kos-kosan, dan Asrama. Bagi mahasiswa yang mampu, Apartemen Salemba Residence merupakan tempat yang nyaman untuk peristirahatan setelah lelah mengikuti kegiatan perkuliahan. Tidak perlu khawatir jika anda termasuk mahasiswa dengan tingkat ekonomi menengah. Berbagai kos-kosan di Kenari, Paseban, Salemba Tengah, dan Salemba Bluntas dapat dijadikan pilihan yang tepat untuk tempat tinggal sementara. Jika anda masih belum termasuk kedua kategori di atas, berarti Asrama Wismarini menjadi solusi yang terbaik.

Asrama Wismarini merupakan asrama tertua kedua yang dimiliki UI setelah Asrama Daksinapati yang didirikan tahun 1954 di Rawamangun. Asrama Wismarini diresmikan oleh Ibu Bahder Djohan pada tanggal 10 Februari 1957 yang pada saat itu menjabat sebagai Ibu Presiden Universitas Indonesia. Pada awal berdirinya, Asrama Wismarini hanya diperuntukkan kepada mahasiswi namun lama-kelamaan asrama ini juga diperuntukkan kepada mahasiswa. Asrama Wismarini terletak di Jalan Otto Iskandar Dinata no. 84 Jakarta Timur. Asrama yang tidak mengalami perubahan sejak awal berdirinya ini terdiri dari flat A sampai F dan sebuah Stadion Bulutangkis. Flat A digunakan sebagai tempat tinggal tenaga pengajar yang hingga kini masih ditempati. Flat C memiliki beberapa ruangan besar yang digunakan sebagai Aula atau ruang tamu, kantin, mushola, dan klinik kesehatan sederhana. Flat B dan D peruntukkan bagi mahasiswi. Jumlah kamar yang tersedia sekitar 114 ruangan namun karena beberapa kamar mengalami kerusakan hingga saat ini daya tampung kedua flat ini hanya 75 orang. Terakhir, flat E dan F yang digunakan sebagai tempat tinggal mahasiswa. Jika dihitung secara keseluruhan kedua gedung tersebut memiliki 114 kamar, namun sejak 24 tahun yang lalu flat F tidak lagi digunakan sehingga daya tampung hanya 66 orang di flat E. Fasilitas lain yang menjadi favorit para mahasiswa penghuni asrama ialah sebuah Bus Kuning (Bikun). Bikun ini akan mengantarkan mahasiswa ke Kampus Salemba pukul 06.30 setiap paginya.

Demikian sekilas tentang Kampus Salemba dan kehidupan mahasiswanya. Semoga informasi di atas berguna bagi CaMaBa dan civitas akademika lain yang membaca artikel ini. Yakinkan dirimu untuk menjadi bagian dari Universitas Indonesia.

Dekta Filantropi Esa

Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Angkatan 2009

?